UMKM di Era Digital: Antara Peluang dan Risiko, Kenapa Literasi Finansial Jadi Kunci
- MEKAR

- 19 Jun 2025
- 2 menit membaca

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pelaku usaha mikro dan kecil kini memiliki lebih banyak peluang untuk berkembang. Akses terhadap pembiayaan semakin terbuka, pemasaran menjadi lebih luas, dan berbagai platform digital memudahkan operasional usaha sehari-hari.
Namun dibalik peluang tersebut, muncul tantangan baru yang tidak kalah besar, salah satunya adalah maraknya praktik pinjaman ilegal yang kerap menyasar pelaku UMKM, terutama perempuan yang menjalankan usaha skala mikro.
Kurangnya literasi keuangan dan pemahaman terhadap layanan keuangan digital membuat banyak pelaku usaha rentan terjebak dalam skema pinjaman yang merugikan. Tidak sedikit yang akhirnya mengalami tekanan finansial akibat bunga tinggi, sistem penagihan yang tidak sehat, hingga risiko penyalahgunaan data pribadi.
Melihat kondisi ini, pendekatan edukasi menjadi semakin penting. PT Mekar Investama Teknologi (MEKAR) bersama Koperasi AKR Syariah dan Yayasan Trilaksmi menghadirkan program literasi keuangan yang tidak hanya membahas akses pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kesadaran terhadap risiko keuangan di era digital.
Melalui program ini, para pelaku usaha, khususnya perempuan, dibekali pemahaman tentang cara mengenali layanan keuangan yang aman, pentingnya pengelolaan keuangan usaha, serta langkah-langkah untuk menghindari praktik pinjaman ilegal.

Menurut Randy Ramdhan, Project Manager di MEKAR, inklusi keuangan tidak hanya berbicara tentang akses, tetapi juga perlindungan.
“Akses terhadap pembiayaan harus diiringi dengan pemahaman yang baik. Tanpa literasi yang cukup, pelaku usaha justru berisiko terjebak dalam praktik yang merugikan. Karena itu, edukasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat,” jelasnya.
Program ini juga menyoroti peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga yang perlu didukung tidak hanya secara finansial, tetapi juga dari sisi pengetahuan dan kepercayaan diri dalam mengelola usaha.
Dengan meningkatnya literasi keuangan, pelaku UMKM diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak, mengelola risiko dengan lebih baik, serta memanfaatkan peluang digital secara optimal.
Ke depan, kolaborasi antara sektor swasta, koperasi, dan organisasi komunitas menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang tidak hanya inklusif, tetapi juga aman dan berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro di Indonesia.


