Pemda Sumbar Apresiasi Dukungan MEKAR dalam Program Penanaman Jagung Serentak
- MEKAR

- 8 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Padang Pariaman, 7 Maret 2026 — Pemerintah daerah Sumatera Barat menyampaikan apresiasi atas keterlibatan MEKAR bersama Paten Mekar Tani dalam mendukung program Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026 yang dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman.
Kegiatan yang diinisiasi Mabes Polri dan dijalankan oleh Polda Sumatera Barat ini dinilai menjadi salah satu langkah konkret dalam mempercepat pemanfaatan lahan tidur sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa kolaborasi dengan pihak swasta seperti MEKAR memberikan dampak signifikan terhadap efektivitas implementasi program di lapangan.
"Di Padang Pariaman banyak sekali lahan yang tidak produktif, oleh karena itu kami menyambut baik atas kerjasama (investasi) ini," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kamis.
Menurutnya, salah satu tantangan utama pemerintah daerah adalah mengaktifkan kembali lahan-lahan yang telah lama tidak produktif. Dalam konteks ini, kehadiran MEKAR menjadi katalis yang mempercepat proses tersebut.
Lahan yang sebelumnya terbengkalai selama lebih dari 30 tahun kini mulai diolah kembali menjadi lahan pertanian yang produktif, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi model yang perlu diperluas ke wilayah lain.

“Alhamdulillah, tadi saya mendapat informasi dari niniak mamak bahwa di wilayah kaum mereka terdapat sekitar 100 hektar lahan yang selama ini menganggur. Dalam waktu dekat kami akan melakukan pengecekan dan melaporkannya kepada Pak Kapolda untuk kemudian dapat dikoordinasikan dengan pihak PT Paten Mekar Tani,” ujarnya.
Selain meningkatkan produksi pangan, program ini juga dinilai mampu mendorong penyerapan tenaga kerja serta menggerakkan ekonomi lokal.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi juga dalam pengembangan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.


