Gubernur Sumbar Buka Agri Youth Talks 2025, Dorong Generasi Muda Jadi Motor Pertanian Modern
- MEKAR

- 19 Sep 2025
- 2 menit membaca
Diperbarui: 20 Apr

Padang, 19 September 2025 – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka Agri Youth Talks 2025 yang digelar di Auditorium Gubernuran. Forum ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta generasi muda dalam mendorong pertanian modern dan upaya mewujudkan swasembada jagung di Sumatera Barat.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Anggota Komisi IV DPR RI, perwakilan pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga akademisi, pelaku industri agritech, asosiasi fintech pembiayaan, dan ratusan mahasiswa.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pertanian Modern
Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa penandatanganan kerja sama dalam forum ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat sektor pertanian di Sumatera Barat.
Pemerintah daerah mendorong optimalisasi lahan tidur agar kembali produktif, salah satunya melalui pengembangan komoditas jagung sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan.
“Generasi muda harus berani menjadikan pertanian sebagai sektor modern, produktif, dan menjanjikan. Tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan petani muda yang tidak hanya mampu bertani, tetapi juga menguasai literasi finansial, digitalisasi, dan manajemen usaha,” ujar Mahyeldi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan bahwa produksi jagung di Sumatera Barat mencapai 742.492 ton, sementara kebutuhan mencapai sekitar 2,4 juta ton per tahun. Hal ini menunjukkan masih besarnya peluang untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.
Peran Generasi Muda dalam Transformasi Pertanian
Dalam forum tersebut, Gubernur juga menyoroti peran penting generasi muda dalam mendorong transformasi sektor pertanian.
Berbagai inisiatif yang telah berkembang di Sumatera Barat, seperti pengembangan kopi Solok Radjo, pertanian organik, hidroponik, hingga komoditas hortikultura lainnya, menjadi bukti bahwa pertanian memiliki potensi besar sebagai sektor yang inovatif dan berkelanjutan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pertanian tidak lagi dipandang sebagai sektor tradisional, melainkan sebagai peluang ekonomi masa depan yang berbasis teknologi dan kewirausahaan.
Kontribusi MEKAR dalam Pengembangan Pertanian
Sebagai bagian dari ekosistem yang turut hadir dalam forum ini, PT Mekar Investama Teknologi (MEKAR) memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian melalui pendekatan pembiayaan berbasis dampak.

Direktur Utama MEKAR, Pandu Aditya Kristy, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan pertanian yang berkelanjutan.
“Ini menjadi momentum penting bagi seluruh pihak untuk bersinergi dalam mewujudkan swasembada pangan di Sumatera Barat,” ujarnya.
Melalui kerja sama dengan mitra di lapangan, MEKAR bersama ekosistemnya telah memulai pembukaan lahan tidur seluas ±300 hektare di wilayah Lubuk Alung, yang sebelumnya tidak dimanfaatkan selama lebih dari 35 tahun. Lahan tersebut kini mulai dikembangkan menjadi area pertanian produktif dengan komoditas jagung, dan direncanakan untuk terus diperluas ke wilayah lainnya.
Mendorong Ekosistem Pertanian yang Berkelanjutan
Keterlibatan MEKAR dalam inisiatif ini sejalan dengan pendekatan perusahaan dalam menghubungkan pembiayaan dengan aktivitas produksi di sektor riil.
Melalui penguatan ekosistem, MEKAR tidak hanya berperan dalam menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga turut mendorong peningkatan produktivitas, penguatan rantai pasok, serta penciptaan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan generasi muda diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun sektor pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
Menuju Ketahanan Pangan dan Pertanian Masa Depan
Agri Youth Talks 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendorong transformasi pertanian di Indonesia.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk keterlibatan generasi muda sebagai penggerak utama, sektor pertanian diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus pertumbuhan ekonomi yang inklusif.


